Perbedaan teori kepribadian
Sigmung Freud, Carl Gustav Jung, dan Alfred Adler
1. Struktur
Kepribadian
a. Sigmund
Freud
a. Das Es
Das Es Yang Illustrasi bahasa
Inggris disebut The Id adalah Aspek kepribadian Yang dimiliki individu
sejak lahir.
b. Das Ich
Das Ich Yang Illustrasi bahasa
Inggris disebut The Ego merupakan Aspek kepribadian Yang diperoleh sebagai
REVENUES Interaksi individu Artikel Baru lingkungannya.
c. Das Ueber Ich
Das Ueber Ich atau Super Ego adalah Aspek sosiologis
bahasa Dari kepribadian, Yang isinya berupa Diskonto-Diskonto atau
aturan-aturan Yang sifatnya normatif.
b. Carl Gustav Jung
1) SIKAP jiwanya, adalah arah Enerji psikis (libido)
Yang menjelma Dalam, bentuk orientasi manusia terhadap dunianya.
2) Fungsi
jiwanya, adalah suatu bentuk aktivitas kjiwaan Yang secara teoritis Tetap
meskipun lingkungannya berbeda-Beda.
3) pengideraan: Sadar indrawi
4) intuisi: tak
Sadar naluriah
c. Alfred Adler
a. Individualita sebagai Pokok
Persoalan
Adler member tekanan kepada
pentingnya sifat khas (unit)dari pada kepribadian, yaitu individualita,
kebulatan serta sifat-sifat khas pribadi manusia.
b. Pandangan Teleologis
Adler menemukan pengganti
determinasi historis Frued yang menekankan faktor konstitusional pengalamna
masa kank-kanak
c. Dua Dorongan Pokok
Didalam diri manusia terdapat dua
dorongan pokok, yang mendorong serta melatar belakangi tingkah lakunya
d. Rasa Rendah Diri dan Kompetensi
Sejak mula-mula menjadi dokter,
Adler telah menaruh perhatian tehadap fungsi-fungsi jasmani yang kurang
sempurna
e. Dorongan Kemasyarakatan
Dorongan kemasyarakatan itu adalah
dasra yang dibawa sejak lahir ; pada dasarnya manusia adalah manusia adalah
makhluk social.
f. Gaya Hidup, Leitlinie
Gaya hidup adalah pengertian
yang sentral dalam theory Adler, tetapi juga pengertian yang paling sukar di
jelaskan.
g. Diri yang Kreatif
Diri yang kreatif adalah penggerak
utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua tingkah laku.
2. Dinamika Kepribadian
a. Sigmun Freud
1) Represi, yaitu mekanisme Yang dilakukan ego
untuk meredakan kecemasan
2) Sublimasi, adalah mekanisme Pertahanan ego Yang
ditujukan untuk meredakan kecemasan
3) Proyeksi, adalah pengalihan dorongan, SIKAP,
atau tingkah laku Yang menimbulkan kecemasan kepada orangutan Lain.
4) Pengungsian, adalah pengungkapan dorongan Yang
menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu Yang kurang berbahaya
dibanding individu semula.
5) Rasionalisasi, menunjuk kepada upaya individu
memutarbalikkan kenyataan, Dalam, Hal inisial kenyataan Yang mengamcam ego,
melalui Dalih
6) Pembentukan Reaksi, adalah
upaya mengatasi kecemasan karena insdividu memiliki dorongan Yang bertentangan
Artikel Baru norma, Artikel Baru Cara berbuat sebaliknya.
7) Regresi, adalah
upaya mengatasi kecemasan Artikel Baru bertinkah laku Yang tidak Sesuai Artikel
Baru tingkat perkembangannya.
b. Carl Gustav Jung
1) Prinsip
Oposisi
Berbagai
SISTEM, SIKAP, Dan fungsi kepribadian saling berinteraksi
2) Prinsip
kompensasi
Prinsip
inisial berfungsi untuk menjada agar kepribadian tidak mengalami gangguan
3) Prinsip
penggabungan
Menurut Jung,
kepribadian Terus-menerus berusaha menyatukan pertentangan-pertentangan Yang
ADA agar tercapai kepribadian Yang seimbang Dan terpisahkan.
c. Alfred
Adler
1. Perjuangan ke Arah Superioritas
2. Pengamatan Subjektif (Subjective
Perception)
3. Kesatuan Kepribadian (Unity of
Personality)
4. Minat Sosial (Social Interest)
5. Gaya Hidup (Style of Life)
6. Diri Kreatif (Creative Self)
3. Perkembangan
Kepribadian
a. Sigmund
Freud
1) Fase oral (tahap oral): 0 sampai kira-kira 18
month
Bagian tubuh yang rentan terhadap
rangsangan Yang adalah mulut.
2) Fase anal (anal stage): kira-kira usia 18
month sampai 3 years.
Pada fase
inisial bagian tubuh yang rentan adalah Yang anus.
3) Fase falis
(tahap phallic): kira-kira
3 sampai 6 usia years.
Bagian tubuh
yang rentan Yang pada fase falis adalah Alat kelamin.
4) Fase laten (latency stage): kira-kira usia 6
sampai pubertas
pada fase inisial dorongan seks
cenderung bersifat laten atau tertekan.
5) Fase genital (genital stage):terjadi sejak individu
memasuki pubertas Dan selanjutnya. pada Masa inisial individu telah
mengalami kematangan organ reproduksi pada.
b. Carl Gustav Jung
Manusia JUGA
Selalu berusaha mencapai Taraf diferensiasi Yang lebih Tinggi.
1) Tujuan
perkembangan: aktualisasi Diri
Menurut Jung,
tujuan perkembangan kepribadian adalah aktuali-sasi Diri,
2) Jalan
perkembangan: progresi Dan regresi
Illustrasi prosa perkembangan kepribadian
dapat terjadi Gerak Maju (progresi) atau Gerak mundur (regresi).
3) Proses imunisasi meliputi individuasi
Untuk mencapai
kepribadian Yang Sehat Dan terintegrasi secara KUAT Maka setiap Aspek
kepribadian harus mencapai Taraf diferensiasi Dan perkembangan yang optimal
c. Alfred Adler
Mula-mula manusia dianggap didorong oleh dorongan mengejar
keakuan dan kekuasaan sebagai lantaran untuk mencapai kompensasi bagi rasa
rendah dirinya.
Selanjutnya manusia dianggapnya didorong oleh dorongan
kemasyarakatan yang didorong sejak lahir yang menyebabkan dia menempatkan
kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
Jadi gambaran tentang manusia sempurna hidup dalam masyarakat
sempurna menggantikan gambaran tentang manusia kuat agresif dan menguasai serta
memeras masyarakat
4. Metode
Penelitian
a. Sigmund
Freud
Dapat
dikatakan bahwa metode asosiasi bebas merupakan tonggak yang menandai
dimulainya psikoanalisa oleh Sigmund Freud.
Di samping
metode asosiasi bebas, pads periode awal dari psikoanalisa itu Freud juga
mengembangkan analisis mimpi (dream analysis) atau penafsiran mimpi.
b. Carl Gustav
Jung
Jenis
peneltian ini ialah penelitian kualitatif mengenai konsep individuasi dari
karya Carl Gustav Jung dikaji secara hermenutika untuk memahami persoalan
masyarakat massa dalam konteks di masa Jung hidup.
c. Alfred Adler
Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu
dalam suatu keluarga akan berlainan. Anak sulung mendapatkan banyak perhatian
sampai anak yang kedua lahir, karena kelahiran anak kedua tentu kasih sayang
orang tua akan terbagi, anak sulung akan bertingkah lakumembenci orang lain,
merasa tidak aman, dll. Apabila orang tua bisa menangani situasi ini dengan bijaksana
maka besar kemungkinan bahwa anak sulung akan berkembang menjadi anak yang
bertanggung jawab dan bersifat melindungi.