Kamis, 06 Desember 2012

teori kepribadian


Perbedaan teori kepribadian Sigmung Freud, Carl Gustav Jung, dan Alfred Adler

1. Struktur Kepribadian
a. Sigmund Freud
a. Das Es
Das Es Yang Illustrasi bahasa Inggris disebut The Id adalah Aspek kepribadian Yang dimiliki individu sejak lahir. 
b. Das Ich
Das Ich Yang Illustrasi bahasa Inggris disebut The Ego merupakan Aspek kepribadian Yang diperoleh sebagai REVENUES Interaksi individu Artikel Baru lingkungannya.
c. Das Ueber Ich
Das Ueber Ich atau Super Ego adalah Aspek sosiologis bahasa Dari kepribadian, Yang isinya berupa Diskonto-Diskonto atau aturan-aturan Yang sifatnya normatif. 

b. Carl Gustav Jung
1) SIKAP jiwanya, adalah arah Enerji psikis (libido) Yang menjelma Dalam, bentuk orientasi manusia terhadap dunianya.
2) Fungsi jiwanya, adalah suatu bentuk aktivitas kjiwaan Yang secara teoritis Tetap meskipun lingkungannya berbeda-Beda.
3) pengideraan: Sadar indrawi
4) intuisi: tak Sadar naluriah

c. Alfred Adler
a.       Individualita sebagai Pokok Persoalan
Adler member tekanan kepada pentingnya sifat khas (unit)dari pada kepribadian, yaitu individualita, kebulatan serta sifat-sifat khas pribadi manusia.
b.      Pandangan Teleologis
Adler menemukan pengganti determinasi historis Frued yang menekankan faktor konstitusional pengalamna masa kank-kanak
c.       Dua Dorongan Pokok
Didalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok, yang mendorong serta melatar belakangi tingkah lakunya
d.      Rasa Rendah Diri dan Kompetensi
Sejak mula-mula menjadi dokter, Adler telah menaruh perhatian tehadap fungsi-fungsi jasmani yang kurang sempurna
e.       Dorongan Kemasyarakatan
Dorongan kemasyarakatan itu adalah dasra yang dibawa sejak lahir ; pada dasarnya manusia adalah manusia adalah makhluk social.
f.       Gaya Hidup, Leitlinie
Gaya hidup adalah pengertian yang sentral dalam theory Adler, tetapi juga pengertian yang paling sukar di jelaskan. 
g.      Diri yang Kreatif
Diri yang kreatif adalah penggerak utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua tingkah laku.

2. Dinamika Kepribadian
a. Sigmun Freud
1) Represi, yaitu mekanisme Yang dilakukan ego untuk meredakan kecemasan
2) Sublimasi, adalah mekanisme Pertahanan ego Yang ditujukan untuk meredakan kecemasan
3) Proyeksi, adalah pengalihan dorongan, SIKAP, atau tingkah laku Yang menimbulkan kecemasan kepada orangutan Lain.
4) Pengungsian, adalah pengungkapan dorongan Yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu Yang kurang berbahaya dibanding individu semula.
5) Rasionalisasi, menunjuk kepada upaya individu memutarbalikkan kenyataan, Dalam, Hal inisial kenyataan Yang mengamcam ego, melalui Dalih
6) Pembentukan Reaksi, adalah upaya mengatasi kecemasan karena insdividu memiliki dorongan Yang bertentangan Artikel Baru norma, Artikel Baru Cara berbuat sebaliknya.
7) Regresi, adalah upaya mengatasi kecemasan Artikel Baru bertinkah laku Yang tidak Sesuai Artikel Baru tingkat perkembangannya.

b. Carl Gustav Jung
1) Prinsip Oposisi
Berbagai SISTEM, SIKAP, Dan fungsi kepribadian saling berinteraksi
2) Prinsip kompensasi
Prinsip inisial berfungsi untuk menjada agar kepribadian tidak mengalami gangguan
3) Prinsip penggabungan
Menurut Jung, kepribadian Terus-menerus berusaha menyatukan pertentangan-pertentangan Yang ADA agar tercapai kepribadian Yang seimbang Dan terpisahkan.

c. Alfred Adler
1. Perjuangan ke Arah Superioritas
2. Pengamatan Subjektif (Subjective Perception)
3. Kesatuan Kepribadian (Unity of Personality)
4. Minat Sosial (Social Interest)
5. Gaya Hidup (Style of Life)
6. Diri Kreatif (Creative Self)

3. Perkembangan Kepribadian
a. Sigmund Freud
1) Fase oral (tahap oral): 0 sampai kira-kira 18 month
Bagian tubuh yang rentan terhadap rangsangan Yang adalah mulut.
2) Fase anal (anal stage): kira-kira usia 18 month sampai 3 years.
Pada fase inisial bagian tubuh yang rentan adalah Yang anus.
3) Fase falis (tahap phallic): kira-kira 3 sampai 6 usia years.
Bagian tubuh yang rentan Yang pada fase falis adalah Alat kelamin.
4) Fase laten (latency stage): kira-kira usia 6 sampai pubertas
pada fase inisial dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.
5) Fase genital (genital stage):terjadi sejak individu memasuki pubertas Dan selanjutnya. pada Masa inisial individu telah mengalami kematangan organ reproduksi pada.

b. Carl Gustav Jung
Manusia JUGA Selalu berusaha mencapai Taraf diferensiasi Yang lebih Tinggi.
1) Tujuan perkembangan: aktualisasi Diri
Menurut Jung, tujuan perkembangan kepribadian adalah aktuali-sasi Diri,
2) Jalan perkembangan: progresi Dan regresi
Illustrasi prosa perkembangan kepribadian dapat terjadi Gerak Maju (progresi) atau Gerak mundur (regresi). 
3) Proses imunisasi meliputi individuasi
Untuk mencapai kepribadian Yang Sehat Dan terintegrasi secara KUAT Maka setiap Aspek kepribadian harus mencapai Taraf diferensiasi Dan perkembangan yang optimal

c. Alfred Adler
                Mula-mula manusia dianggap didorong oleh dorongan mengejar keakuan dan kekuasaan sebagai lantaran untuk mencapai kompensasi bagi rasa rendah dirinya.
Selanjutnya manusia dianggapnya didorong oleh dorongan kemasyarakatan yang didorong sejak lahir yang menyebabkan dia menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
Jadi gambaran tentang manusia sempurna hidup dalam masyarakat sempurna menggantikan gambaran tentang manusia kuat agresif dan menguasai serta memeras masyarakat

4. Metode Penelitian
a. Sigmund Freud
Dapat dikatakan bahwa metode asosiasi bebas merupakan tonggak yang menandai dimulainya psikoanalisa oleh Sigmund Freud.
Di samping metode asosiasi bebas, pads periode awal dari psikoanalisa itu Freud juga mengembangkan analisis mimpi (dream analysis) atau penafsiran mimpi.

b. Carl Gustav Jung
Jenis peneltian ini ialah penelitian kualitatif mengenai konsep individuasi dari karya Carl Gustav Jung dikaji secara hermenutika untuk memahami persoalan masyarakat massa dalam konteks di masa Jung hidup.

c. Alfred Adler
Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu dalam suatu keluarga akan berlainan. Anak sulung mendapatkan banyak perhatian sampai anak yang kedua lahir, karena kelahiran anak kedua tentu kasih sayang orang tua akan terbagi, anak sulung akan bertingkah lakumembenci orang lain, merasa tidak aman, dll. Apabila orang tua bisa menangani situasi ini dengan bijaksana maka besar kemungkinan bahwa anak sulung akan berkembang menjadi anak yang bertanggung jawab dan bersifat melindungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar